3.1.a.10. Aksi Nyata_Pengambilan Keputusan Sebagai Pemimpin
Pembelajaran.
Portofolio dengan model 4F ( Fact,
Feelings, Finding, Future)
Oleh : Siti Nurhayati
Calon Guru Penggerak Angkatan 4 Kab. Sragen
Peristiwa ( Fact )
Latar
Belakang
Guru adalah pemimpin sebuah pembelajaran,
sering kali kita dihadapkan pada situasi yang membingungkan dan harus berani
mengambil sebuah keputusan.Ketika kita mengambil sebuah keputusan terkadang
kita di hadapkan pada berbagai pilihan yang sulit untuk kita pilih meskipun itu
sama – sama benarnya. Kita seringkali juga di hadapkan akan membuat sebuah
pilihan dalam pengambilan keputusan benar vs salah seperti dalam situasi
bujukan moral. Hal ini akan membuat kita bimbang dalam proses pengambian
keputusan. Pada aksi nyata saya di modul 3.1 saya mencoba melaksanakan kegiatan
dengan di dasari pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran.Kebetulan
di kelas saya ada beberapa siswa yang belum lancar membaca, di karenakan adanya
pandemi sehingga belajarnya tidak maksimal. Saya mencoba untuk berkolaborasi
dengan teman – teman untuk menyelesaikan masalah tersebut.
Alasan
Melakukan Aksi Nyata
Berdasarkan peristiwa di
atas terkait
ada beberapa siswa yang belum lancar membaca karena adanya pandemi, jika kita identifikasi maka
hal ini merupakan dilema etika. Sekolah harus mengambil sebuah tindakan mengenai siswa
yang mengalami keadaan tersebut karena
terlalu lamanya kegiatan pembelajaran daring,sehingga pembelajaran
kurang maksimal, terlebih bagi siswa dengan kemampuan yang memerlukan pelayanan
khusus. hal ini perlu dilakukan
supaya tidak terjadi ketertinggalan pada anak-anak tersebut dan
lingkungan kelas kembali normal. CGP akan mencoba melaksanakan aksi nyatayaitu
mendampingi siswa tersebut agar kembali semangat
belajar, hal ini berarti perlu adanya pengambilan keputusan yang tepat dalam
penanganan siswa yang mengalami keadaan tersebut
Hasil Aksi Nyata
Hasil
aksi nyata yang telah diterapkan oleh CGP yaitu siswa yang
awalnya mengalami kesulitan membaca mulai manyadari kesalahan yang di lakukan
yaitu malas belajar membaca. CGP mulai mengambil keputusan untuk
memberikan jam tambahan kepada siswa . Dengan adanya jam tambahan itu
kita sebagai guru benar – benar bisa fokus di dalam menangani permasalahan yang
di alami siswa, dampak baik dari pemberian jam tambahan siswa merasa lebih di
perhatikan, merasa lebih fokus di dalam serta termotivasi dan semangat
kembali dalam belajar
PERASAAAN (FEELINGS)
Di awal ketika saya mulai menerapkan jam tambahan ini saya merasa agak
kesulitan di dalam mengatur wakttunya, tetapi saya merasa tertantang untuk bisa
mencoba menerapkan pembelajaran yang ada pada modul 3.1.a10 tentang pengambilan keputusan
sebagai pemimpin pembelajaran karena siswa yang saya berikan pendampingan
sangat sulit sekali menerima penjelasan dari saya sehingga diperlukan penanganan
lebih dalam mengajari membaca, akhirnya saya mencoba berkolaborasi dengan bapak
ibu guru lain dan mereka memberikan saran untuk
mengidentifikasi terlebih dahulu tingkat kesukaran yang di alami siswa, dari
yang belum hafal huruf ataupun yang kesulitan merangkai tiap suku kata.
Saya mencoba mengpraktekkan hal tersebut, perlahan anak ini mulai
ada peningkatan dalam membaca. Menurut saya hal ini adalah tindakan
pengeambilan keputusan yang positif sebagai pemimpin pembelajaran agar siswa
saya dapat membaca.
PEMBELAJARAN (FINDINGS)
Setelah
saya mengidentifikasi dengan seksama, sebenarnya mereka memiliki
permasalahan yang beraneka ragam, dan
sebagai seorang pendidik permasalahan ini haruslah kita pahami telebih
dahulu sebelum kita mengambil sebuah keputusan,
supaya setiap keputusan yang kita ambil dapat sesuai dan menyelesaikan masalah
mereka dan berdampak positif. Pelajaran yang dapat dilaksanakan dalam
menghadapi sebuah dilema etika atau bujukan moral perlu adanya pemahaman
tentang masalah tersebut sehingga dapat menggambil keputusan yang dirasa itu
adalah keputusan terbaik, serta perlu adanya kesabaran yang besar dan semangat
yang tinggi untuk menangani setiap masalah.
PERUBAHAN (FUTURE)
Kemampuan dalam pengambilan keputusan sebagai
pemimpin pembelajaran merupakan aksi nyata yang ada di dalam diri saya sebagai
seorang calon guru penggerak. Hal yang tidak kalah pentingnya adalah
kolaborasi dari seluruh warga sekolah dan semangat tinggi dari dalam diri kita. Harapan saya
dengan langkah-langkah pengambilan keputusan yang saya laksanakan dapat menjadi
acuan dalam menghadapi
dilema etika bujukan moral yang terjadi di sekolah. Dengan semangat yang tinggi
dan kesabaran serta kolaorasi akan membuat keputusan itu berdampak positif.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar